6 Oktober 2016

Buang Sampah Sembarangan di Bandar Lampung di denda 500rb dan masuk BUI

Buang Sampah Sembarangan di Bandar Lampung di denda 500rb dan masuk BUI

Foto: Ist

Kaliandanews.com - Pemerintah Kota Bandar Lampung akan bertindak tegas terdahap warga, yang masih membuang Sampah sembarangan. Walikota Bandar Lampung Herman Hn, menegaskan untuk warganya yang masih Buang Sampah sembarangan akan di denda 500rb dan ancaman masuk Bui. Sesuai dengan Peraturan Daerah No 8 Tahun 2007.

Herman menyampaikan, warga yang masih membuang Sampah sembarangan, akan dikenakan denda 500rb dan kurungan selama enam Bulan, seperti yang dikutip dari Antara. " Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya sampai dengan saat ini masih sangat kurang, padahal sudah ada Perda yang mengatur tentang buang sampah sembarang berikut sanksinya," Ucap Walikota Bandar Lampung ini, Kamis (6/10).

Lebih lanjut Herman mengatakan, hal ini akan menerapkan secara tegas jika perilaku masyarakat Bandar Lampung tidak ada perubahan, karna sudah sering dihimbau. "Dampak yang ditimbulkan akibat perilaku ini sangatlah buruk, karena bisa menimbulkan banjir dan juga penyakit," lanjutnya.

Selain itu, pemkot juga menerapkan hukum sosial agar jera yakni dengan memfoto warga yang membuang sampah sembarangan lalu diunggah ke media sosial. "Kita harus memberikan efek jera lain terhadap warga yang kerap membuang sampah sembarangan, hanya memfoto saja oknumnya lalu disebarkan melalui media sosial," tambah Herman.

Herman juga menegaskan kepada pihak RT, ketua RT pun harus lapor ke lurah atau camat jika ada yang kedapatan membuang sampah sembarangan agar segera diproses."Jangan sampai sampah yang menumpuk di selokan atau sungai meluber karena mampet dan nantinya pemerintah yang disalahkan, padahal petugas kebersihan sudah tiga kali sehari mengangkutnya," pungkasnya. (*ay)

4 Oktober 2016

Ketua RT di Bandar Lampung dapat Insentif 1 juta per bulan

Ketua RT di Bandar Lampung dapat Insentif 1 juta per bulan

Kaliandanews.com - Kabar gembira buat  para ketua rukun tetangga, kepala lingkungan, babinsa dan babinkamtibmas, Pemkot Bandar Lampung membagikan insentif  atas jerih payah kerja mereka.

Ilustrasi | net
Menurut Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, di Bandarlampung, Selasa (4/10), pembagian dana  itu dilakukan sekali dalam tiga bulan, dan setiap bulan mendapatkan Rp1 juta.

Diberitakan antara, pembagian dana intensif  itu melalui kecamatan, dan hal itu diharapkan bisa mendorong mereka untuk bekerja semakin giat, terutama dalam menjaga keamanan.

"Saya minta mereka terus menjaga wilayahnya agar bisa menciptakan rasa aman, sehat, bersih, dan nyaman bagi warganya," kata dia.

Ia juga meminta ketua RT selain membantu kebersihan, juga menyosialisasikan pembayaran PBB, karena ketua RT merupakan garda depan Pemkot Bandarlampung.

"Mereka harus membantu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa pembayaran PBB sebagai langkah membantu pemkot dalam pembangunan," kata dia.

Dana PBB itu digunakan untuk infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, karena Bandarlampung sedang mengutamakan hal tersebut.

Sementara itu, Asisten Bidang I Hukum dan Pemerintahan Pemkot Bandarlampung, Dedi Amrulaoh mengatakan, pembayaran insentif langsung diberikan tiga bulan.

"Untuk RT ada 2774 orang perbulannya Rp1 juta, kepala lingkungan ada 288 orang per bulan Rp1 juta, babinsa ada 126 orang dan babinkamtibmas ada 126 orang yang perbulannya Rp1,5 juta.," kata dia.

Total anggaran yang dipakai untuk pembayaran tiga bulan ini Rp11 miliar, sedangkan anggaran tahun 2016 yang disiapkan yakni Rp46 miliar. (**)

18 September 2016

Nanti Sore, Arema akan duel dengan Lampung FC di Stadion Pahoman

Nanti Sore, Arema akan duel dengan Lampung FC di Stadion Pahoman

Aremania | net
KaliandaNews.con - Jelang persiapan laga divisi utama 2017, Lampung Football Club akan menjamu Arema Indonesia dalam laga persahabatan yang digelar Minggu (18/9) di Stadion Pahoman, Bandarlampung. 

"Kami sudah menyiapkan 6.000 tiket dalam laga persahabatan Lampung FC melawan Arema Indonesia nanti," kata Manajer Lampung FC Tommy Maulana Samudra, di Bandarlampung. Seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan, 6.000 tiket tersebut dibagi menjadi tiga kategori yakni kelas VIP Rp75 ribu, kelas satu Rp50 ribu, dan kelas dua Rp25 ribu.

Ia mengharapkan, dengan disediakan tiket yang banyak tersebut akan memenuhi permintaan masyarakat sekaligus sebagai bentuk upaya membangkitkan prestasi sepak bola di Lampung.

"Laga ini sebagai uji coba Lampung FC untuk menghadapi Divisi Utama 2017," kata dia pula.

Selain melawan Arema Indonesia, pada bulan Oktober 2016 nanti Lampung FC akan melawan Persebaya Surabaya.

Terkait pembiayaan laga uji coba ini, menurutnya, semua ditanggung oleh masing-masing tim karena semuanya dilakukan sebagai bentuk pelatihan bagi pemain.

Menurutnya, pemain Lampung FC tahun ini masih akan diisi oleh pemain lama, seperti Abu Bakar Bah, Taufik Hasbuna, dan kiper Denis, serta ditambah beberapa pemain asing.

Pelatih Lampung FC M Nasir mengatakan, akan semaksimal mungkin menyajikan pertandingan persahabatan yang berkelas, meskipun waktu yang diberikan untuk berlatih relatif sangat minim.

"Jadi berbekal pemain yang sudah dikenal, saya meminta supaya pemain untuk tetap konsisten dan strategi permainan akan menyerang," kata dia lagi.

Ia menyatakan, permainan yang akan ditunjukkan oleh timnya sangat berkelas dan maksimal, mengingat pertandingan ini juga dinilai sejauh mana kualitasnya. (**)

7 September 2016

Contoh Singapura, Bandar Lampung Bakal Terapkan Jaringan Listrik Bawah Tanah

Contoh Singapura, Bandar Lampung Bakal Terapkan Jaringan Listrik Bawah Tanah


Jaringan Listrik Bawah Tanah | Net
Kaliandanews.com – Untuk memperindah kota, mulai tahun 2017 Kota Bandarlampung akan membangun jaringan  listrik dan telepon bawah tanah, mengingat jaringan kabel yang terpasang di pusat kota itu makin semrawut.
   
"Tahun depan akan kita berlakukan ketentuan kabel bawah tanah, khususnya di jalan protokol," kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN di Bandarlampung, Selasa.
   
Dilansir dari Antara, Dia menyebutkan ada lima jalan protokol yang nantinya harus menerapkan kabel bawah tanah, yakni Jalan Kartini, Jalan Ahmad Yani, Jalan Raden Intan, Jalan Sudirman dan Jalan Pangeran Diponegoro.
   
Menurut dia, penerapan jaringan kabel bawah tanah in, untuk memperindah Kota Tapis Berseri itu sebab saat ini sudah sangat semerawut.
   
"Semua kabel akan dimasukan ke dalam tanah melalui pipa khusus yang akan dibangun oleh instansi terkait," kata dia.
   
Menurutnya, penerapan kabel di bawah tanah ini mencontoh negara Singapura.
   
"Kita lihat di Singapura, tidak ada satupun kabel listrik di atas tanah, semua ditanam di bawah jadi kelihatannya rapi," kata dia.
   
Ia melanjutkan, rencananya pemkot juga akan membuat pipa di bawah tanah, yang kegunaannya untuk menyimpan kabel bawah tanah.
   
"Pipa tersebut nantinya akan disewakan kepada siapa saja yang ingin menggunakannya," kata dia.
   
Ia mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung saat ini sedang menghitung kebutuhan dana untuk penerapan kabel bawah tanah itu.
   
Dia melanjutkan, karena kabel bawah tanah ini akan merusak jalan, dan harus langsung diperbaiki jika galiannya telah selesai.
   
"Ditambah lagi untuk pembuatan pipa bawah tanah yang akan disewakan, anggarannya dimasukan pada APBD 2017," katanya. (ANTARA)

28 Agustus 2016

Lampung Selatan Tampilkan 12 Tupping Keratuan Darah Putih

Lampung Selatan Tampilkan 12 Tupping Keratuan Darah Putih

12 Tupping Keratuan Darah Putih

Kaliandanews.com, Bandar Lampung - Lampung Selatan usung 12 Tupping Keratuan Darah Putih dalam parade Budaya Adat yang merupakan rangkaian Festival Krakatau 2016, Minggu (28/08), Siang.

Tupping adalah sebuah topeng kayu dengan berbagai karakter tokoh dan ekpresi yang berbeda-beda. Tiap daerah mempunyai jumlah Tupping yang berbeda.

12 Tupping Keratuan Darah Putih

Pada zaman dulu, Tupping memiliki nilai sakral yang sangat tinggi, oleh karena itu, setiap Tupping dipakai oleh orang yang hanya memiliki garis keturunan tertentu.

Ke 12 Tupping itu adalah :
1. Ikhung tebak
2. Ikhung cungak
3. Luakh takhing
4. Jangguk khawing
5. Banguk khabit
6. Bekhak banguk
7. Mata sipit
8. Banguk kicut
9. Pudak bebai
10. Mata kadugok
11. Matta kiccong
12. Ikhung pisek

Peserta Pawai Kabupaten Lampung Selatan
Disela-sela acara, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, Ike Sumartati Yuliasari, berharap dapat bekerjasama dengan semua kalangan untuk melestarikan Tupping.

"Kita berharap dapat melestarikan budaya dan adat Tupping, melalui promosi pariwisata di luar Lampung Selatan, karena ini merupakan salah satu budaya yang merupakan ciri Lampung selatan, juga untuk mengangkat pahlawan Radin Inten II," ucap Ike.

"kenapa kita ambil tupping, karna memang tupping menjadi tema dalam karnaval untuk meraih rekor Muri 1500 tuping," tegasnya.

Tokoh Pahlawan Nasional Radin Inten II
Lampung Selatan sendiri membawa sekitar 110 peserta. Ada juga peserta yang tampil sebagai Pahlawan Nasional asal desa Kuripan, Lampung Selatan, Lampung yaitu Radin Inten II.

Menurut Yogha (Raden Mas Kesuma Ratu), "acara tadi cukup memuaskan, karena memang kita mempersiapkannya sudah cukup lama untuk mengikuti festival ini, namun sangat disayangkan tadi itu sebelum peserta berada di posisi untuk tampil, musiknya sudah main duluan dan kami baru mengetahui peserta dari kabupaten Lampung Timur, tampil bersamaan dengan kami, jadi kami agak sedikit kaget, jdi penampilan kami juga kurang maksimal," ucap salah satu mekhanai Lamban Balak Kuripan.

"mungkin lain kali sebelumnya panitia bisa koordinasi lagi supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi," tambah Yogha. (AY)