10 Januari 2017

Sambil Mata tertutup, Bocah 10 Tahun Unjuk Kebolehan Mainkan Keyboard di Depan Zulkifli Hasan

Sambil Mata tertutup, Bocah 10 Tahun Unjuk Kebolehan Mainkan Keyboard di Depan Zulkifli Hasan

Jefri pianis cilik unjuk kebolehan di hadapan Ketua MPR | Foto: Gambar Tangkap Halaman FB Zulkifli Hasan
Kaliandanews.com - Jefri Setiawan, Anak Desa berusia 10 tahun dari Kendal Jawa Tengah lihai memainkan 60 Lagu dengan keyboardnya dalam kondisi mata tertutup. Kelihaian tersebut dia tunjukan saat mengunjungi Ketua MPR Zulkifi Hasan dikantornya. Senin (09/1).

"MPR kedatangan Tamu Istimewa. Jeffri Setiawan, Anak Desa berusia 10 tahun dari Kendal yang mampu mainkan 60 Lagu dengan keyboardnya dalam kondisi mata tertutup" Tulis Zulkifli Hasan dalam halaman facebooknya yang juga mengunggah video penampilan Jefri. Video tersebut telah ditonton lebih dari 130ribu, 616 kali dibagikan dan ratusan komentar yang rata-rata memuji penampilan Jefri.

Ketika jari jemari Jefri memainkan tuts-tuts keyboardnya, tampak kekaguman Zulkifli Hasan dan sesekali ikut menyanyikan lagu Ibu Pertiwi yang dibawakan oleh Jefri dengan ciamik.

"Terharu rasanya mendengar Jeffri nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi'. Terima kasih sudah memberi bangsa ini harapan, Jeffri " Puji Zulkifli Hasan.

Menurut informasi yang dihimpun, Sejak usia enam tahun, Jefri Setiawan sudah piawai memencet tut-tut keyboard. Tidak jarang siswa SD Universal Ananda Kendal ini mendapat tawaran unjuk kebolehan di banyak even. Tidak hanya itu anak-anak laki-laki berkaca mata minus ini, juga tidak jarang mengikuti konser musik klasik. Jefri yang semula pemalu, kini menjadi anak yang percaya diri dan cakap berkomunikasi.

Jefri Setiawan juga telah mencatatkan diri dalam empat penghargaan yang berbeda sebagai pemain keyboard muda dengan mata tertutup sembari bernyanyi, Jefri Setiawan (10) kini sedang mempersiapkan diri agar dapat menembus The Guinness Book of Records. Beberapa penghargaan yang telah diterima Jefri tersebut, yaitu, Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid), Original Rekor Indonesia (Ori), dan Purwacaraka Music Studio Semarang.

Tonton Videonya:
(kld)

23 Desember 2016

Video: Om Telolet OM di Kalianda, Lampung Selatan

Video: Om Telolet OM di Kalianda, Lampung Selatan

Video berburu telolet di Kalianda | Youtube:dewi aja

Kaliandanews.com - Frase Om Telolet Om mendadak terkenal hingga kesegala penjuru dunia, bahkan Om Telolet Om yang bermakna " Bang bunyikan Klaksonnya Bang" tersebut tak luput dari perhatian pemerintah, politikus bahkan seleb dunia. Tidak menyangka dengan sesuatu yang sederhana, dipenghujung akhir tahun nama Indonesia melambung. Meski banyak yang mencibir dan menganggap gak penting, tapi ini sebuah realita yang harus dihadapi dan tidak ada seorangpun yang dapat mencegahnya.

Di Lampung pun demam telolet mulai mewabah, bahkan video para pegawai smartphone vivo yang membuat video telolet di pertigaan Mal Boemi Kedaton Bandar Lampung berhasil menjadi viral di dunia maya dengan bintang utamanya "klakson bus Damri Royal Class". Sementara di Kalianda puluhan muda-mudi berburu telolet di Jalan Lintas Sumatera seputaran Masjid Agung Kubah Intan Kalianda.
Foto: KN
Dari pantauan Kaliandanews.com, Kamis (22/12) tampak sejumlah muda-mudi berdiri di tepi jalan, dengan membawa atribut berupa tulisan Om Telolet Om yang dimaksudkan agar pengemudi Bus membunyikan terompet Busnya.

Menurut Ivo salah seorang yang ikut dalam tantangan Om Telolet Om ini, dirinya beserta teman-temannya sudah melakukan tantangan ini sejak kemarin sore.

"Biasanya sih sore-sore gini om ramenya bus yang lewat, kita teriakin klo ada bus lewat om telolet om," ujarnya.

Sama halnya dengan Youtubers dewi ajah, Dewi langsung mengunggah videonya teloletnya yang di abadikan di depan Masjid Agung Kubah Intan Kalianda pada Kamis (22/12) di laman youtube miliknya.  dia bersama kawan-kawannya terlihat antusias ketika ada bus lewat. Diawal video sang supir merespon permintaan anak-anak untuk membunyikan teloletnya, namun pada bus yang datang selanjutnya sang supir hanya membunyikan klakson standar, kemungkinan bus tersebut belum memiliki perangkat telolet yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Baca juga: Om Telolet OM: Presiden sebut itu sebuah kesederhanaan dan kebahagiaan rakyat
(kld)

23 November 2016

14 November 2016

Gak Mau Ditilang, si Siswa ini Beri Alasan `Kami Penerus Bangsa`

Gak Mau Ditilang, si Siswa ini Beri Alasan `Kami Penerus Bangsa`

razia polisi lucu
KaliandaNews.com - Video seorang siswa SMA di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sedang protes mempertahankan motornya saat di razia jadi viral di media sosial.

Pada video itu, terlihat seorang siswa dengan pakaian seragam putih abu berjuang mempertahankan sepeda motornya yang akan dikandangkan oleh petugas polantas.

Sambil menangis tersedu-sedu, siswa itupun terus melayangkan protes meminta agar Polantas tidak menahan motornya karena takut dimarahi oleh orang tuanya.

" Indonesia negara hukum, mana hukumnya di sini, tidak ditegakkan. Tidak adil benar ini, anak sekolah ditahan, mau sekolah mau cari ilmu. Kami ini penerus bangsa,” katanya sambil menangis.
Kejadian itu sontak membuat banyak netizen ikut berkomentar, " Ya kali, ada penerus bangsa yang males pakai helm pas naik motor?" ucap salah satu netizen.
Yah, namanya juga usaha. Penasaran seperti apa? yuk simak videonya (youtube/Chalil Gibran Channel/dream)

20 Oktober 2016

Video: Detik-detik penyerangan terhadap Kapolsek dan Anggota Polisi di Tangerang

Video: Detik-detik penyerangan terhadap Kapolsek dan Anggota Polisi di Tangerang

Kaliandanews.com - Seorang terduga pengikut ISIS, Sultan Aziansyah (22),  Kamis (20/10) pagi melakukan penyerangan mendadak kepada polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Akibat penyerangan itu, 2 anggota polisi dan Kapolsek Tangerang Kompol Efendi mengalami luka.
Pelaku penyerangan polisi di Tangerang
Pelaku penyerangan polisi di Tangerang | screenshoot youtube

Sultan diketahui merupakan adik dari anggota polisi. Dua orang kakaknya merupakan anggota polisi yang salah satunya bertugas di Polres Metro Tangerang Kota dan satu lagi di Polresta Tangerang Kabupaten.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, pelaku datang ke lokasi dan langsung menyerang dua anggota polisi yang bertugas melakukan pengaturan lalu lintas. Dua petugas, yakni Iptu Bambang Haryadi dan Bripka Sukardi mengalami luka di bagian dada dan punggung.

Kebetulan saat itu Kapolsek Tangerang Kota Kompol Effendi tengah melintas di lokasi melakukan kontrol situasi. Melihat ada anggota yang diserang, Kompol Effendi lalu menembak kaki pelaku. Pelaku bukannya menyerah, namun malah melawan. Kompol Effendi terkena luka bacok di bagian dada dan punggung.

Aksi penyerangan tersebut rupanya ada yang merekam, dalam video, kaki pelaku nampak pincang terkena tembakan polisi. Dia kemudian melangkah menjauh dari pos polisi tersebut. berikut videonya: