20 Januari 2017

Terkait ucapan Bupati Lamsel yang Kurang Sedap, Ketua PWI Lampung Ancam Boikot!

Terkait ucapan Bupati Lamsel yang Kurang Sedap, Ketua PWI Lampung Ancam Boikot!

Kaliandanews, Kalianda - Terkait ucapan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang terkesan emosional, dalam menanggapi laporan Ketua PWI Lam-Sel Muslim Pranata tentang rencana kegiatan Konferkab PWI Lamsel. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian Angkat Bicara.

Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian (ist)
Supriyadi Alfian sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi, menurutnya pernyataan seperti itu terkesan tidak layak untuk dilontarkan oleh orang nomor satu di Lampung Selatan itu.

"Yang pertama apa dulu masalahnya, apakah dia marah terkait dengan rencana pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lampung Selatan, yang kedua apakah dia marah terkait dengan pemberitaan rekan-rekan wartawan. Jika dia marah terkair masalah Konferkab, PWI itukan organisasi profesi yang berdiri sendiri, biarkan saja berjalan sesuai dengan aturan organisasi itu." Ujar Supriyadi melalui sambungan telfon, Jumat (20/1) Sore.

Dikatakannya, apabila kemarahan itu terkait masalah pemberitaan di Lampung Selatan, seharusnya bisa dikomunikasikan terlebih dahulu dengan satker-satker terkait.

"Namun jika kemarahan bupati terkait berita, bisa dikomunikasikan dengan Satker terkait, misalnya Kominfo, Berita apa, kapan dan dimedia mana berita tersebut diterbitkan. Jika ada keberatan atas pemberitaan tersebut, Nara Sumber memiliki Hak Jawab dan itu bisa disampaikan kepada media yang memuat, bukannya marah-marah di Mesjid." Tambahnya

Menurut Bang Yadi tidak pada tempatnya seorang pemimpin sebuah Kabupaten Besar, marah didepan umum dengan persoalan yang belum jelas.

"Masa bupati marah-marah setelah shalat Jumat, seharusnya usai shalat itu menyampaikan kata-kata yang baik, dia kan Ustad." Ujarnya. Ketua PWI Lampung yang terpilih kedua kalinya pada akhir 2016 lalu ini, mengancam akan memerintahkan wartawan yang tergabung dalam PWI, untuk memboikot semua pemberitaan kegiatan Zainudin.

"Kalau memang Bupati tidak senang dengan wartawan dan tidak butuh pemberitaan tentang dirinya maupun Pemkab Lampung Selatan, saya akan perintahkan kawan-kawan untuk memboikot semua pemberitaan Bupati." Tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua PWI Lampung Selatan, Muslim Pranata sempat mendapat pernyataan yang tidak sedap dari Zainudin Hasan usai menyampaikan rencana kegiatan Konferkab dan rencana audiensi PWI Lampung Selatan dengan Bupati, usai shalat Jumat di Mesjid Agung Kalianda, sekitar pukul 13.15 Wib.

Bukannya mendapatkan jawabanya menyenangkan, Muslim dan sejumlah wartawan yang ada di sekitar lokasi justru menerima perkataan yang tidak layak didengar dari Adik Kandung Ketua MPR, Zulkifli Hasan ini.

"Silahkan kalau ada yang mau berseberangan dengan saya, silahkan, mau cara preman saya juga bisa preman. Kalau ada yang jago sekalian wartawan atau preman sampai jam dua malam saya tunggu dirumah." Kata Zainudin.

Sementara dari penuturan Muslim, Ia tidak tau menahu penyebab kemarahan Zainudin. Menurutnya Ia sengaja menemui Bupati usai shalat Jumat itu hanya untuk memberitahu kelanjutan rencan Pemilihan Ketua PWI Lamsel.

"Saya menyampaikan perihal rencana konferkab PWI, dan ingin audiensi dengan bupati, tapi karena jawaban bupati emosi ya saya diam saja. Saya sendiri tidak paham apa penyebab kemarahan beliau, mungkin beliau sedang lelah memikirkan pembangunan Lampung Selatan." Ucapnya. (Red)

Simak Sebelumnya: Usai Sholat Jumat, Zainudin: ''Kalian gak bakal menang kalo berseberangan sama saya''

1 Mei 2016

Pertandingan Persahabatan tim PORWANAS PWI vs tim KALIANDA

Pertandingan Persahabatan tim PORWANAS PWI vs tim KALIANDA



KaliandaNews.com – Kalianda, pertandingan persahabatan antara Porwanas PWI melawan Tim Kalianda, ada puluhan pendukung menghiasi tempat duduk penonton gor mini, pertandingan kedua tim berlangsung seru, hujan gol tercipta pada pertandingan yang dilaksanakan di Gor Mini Kalianda, Sabtu (30/04/16).
Pada babak pertama tim Porwanas PWI langsung mengambil inisiatif serangan, alhasil gol terjadi pada menit ketiga, setelah pemain nomor 9 berhasil melewati 1 pemain Kalianda, kemudian memberikan umpan pendek kepada pemain nomor 3 pada posisi yang tidak terkawal, lalu sukses menjebol gawang tim Kalianda.
Selang 3 menit setelah gol pertama, gol kedua kembali tercipta. Setelah pemain nomor 9 sukses menggagalkan counter attack tim Kalianda, kemudian mengirimkan umpan kepada pemain nomor 8 yang berhasil menjebol gawang tim Kalianda dengan tendangan kerasnya, 2-0 untuk keunggulan tim Porwanas.
Pada menit ke-6, Porwanas kembali menambah keunggulan 3-0, pemain nomor 10 berhasil mengelabuhi 2 pemain Kalianda, yang langsung melepaskan tembakan Kalianda yang sempat membentur mistar gawang sebelum bola masuk kegawang.
Tidak ingin malu sebagai tuan rumah, tim Kalianda berinistiaf untuk keluar dari tekanan para pemain Porwanas. Dengan bermain tenang tim Kalianda berhasil memperkecil skor menjadi 3-1, melalui tendangan bebas, bola yang ditendang pemain nomor 10 Kalianda ini sukses menerobos kaki pagar para pemain PWI.
Setelah gol itu, para pemain tim Kalianda terus mencoba inisiatif menyerang, namun dengan pertahanan kokoh dan permainan solid yang dibangun oleh tim Porwanas. Tim Kalianda harus kembali menelan pil pahit, setelah gawang mereka kembali kemasukan 6 gol tambahan untuk tim Porwanas, lalu tim Kalianda hanya mampu membuat 1 gol tambahan pada paruh pertama, skor 9-2 bertahan hingga turun minum.

[caption id="attachment_2720" align="alignnone" width="300"]Pertandingan Persahabatan tim Porwanas vs tim Kalianda Foto: Randy[/caption]

Pada babak kedua, tim Porwanas PWI melakukan pergantian pemain, tim Senior masuk menggantikan seluruh pemain Junior. Dengan usia yang rata-rata sudah diatas kepala empat, tim Senior Porwanas PWI masih bisa bermain apik.
Gol ke-10 menjadi bukti, pemain bernomor 5 dari tim Porwanas PWI dengan mudah melewati hadangan pemain tim Kalianda, yang kemudian mengelabui kiper lawan dengan menendang bola kearah pojok kanan atas kiper tim Kalianda.
Tak lama setelah itu, tim Senior Porwanas PWI semakin gencar melakukan serangan, kiper tim Kalianda harus jatuh-bangun demi menyelamatkan gawangnya dari gempuran para pemain tim Porwanas. Namun apadaya, kiper tim Kalianda ini harus kembali memungut bola dari gawang, untuk kesekian kalinya. Alhasil, ada 4 gol tambahan yang dibuat oleh tim Porwanas PWI dan 2 gol tambahan untuk tim Kalianda.
Kualitas dan pengalaman memang tidak pernah berbohong, tim Senior Porwanas PWI memang unggul banyak dari segi teknik dan taktik, alhasil tim Kalianda harus mengakui kekalahan mereka dengan skor telak 13-4. (Rnd)