16 Januari 2017

Kemendikbud: Jika Komite Sekolah melakukan pungutan kepada murid, Laporkan ke sini

Kemendikbud: Jika Komite Sekolah melakukan pungutan kepada murid, Laporkan ke sini

Pungli komite sekolah
Foto: detik.com
KALIANDANEWS.COM- Terkait maraknya aduan masyarakat terhadap pungutan Komite Sekolah, Kemendikbud melarang Komite Sekolah untuk melakukan pungutan terhadap murid dan wali murid, namun boleh menerima sumbangan sukarela. Bila murid dan wali murid masih dipungut juga, silakan laporkan ke sini!

"Bisa lewat kemendikbud.go.id melalui portalnya Irjen, bisa juga melalui Lapor! yang ada di Kantor Kepresidenan, bisa juga lewat Ombudsman. Nah, nanti sebentar lagi kita ada MoU dengan Ombudsman terkait dengan pemantauan layanan pendidikan, salah satunya itu (soal Komite Sekolah)," jawab Irjen Kemendikbud Daryanto.

Hal itu dia sampaikan seusai jumpa pers tentang Komite Sekolah di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017). Berikut saluran Kemendikbud bila Anda mendapati Komite Sekolah melakukan pungutan:

1. Unit Layanan Terpadu
SMS: 0811 976929; Telepon: (021) 5703303, 57903020; email: pengaduan@kemdikbud.go.id; http://ultkemdikbud.go.id
2. Posko Pengaduan Itjen. Kemendikbud
SMS: 0811 9958 020; posel: pengaduan.itjen@kemdikbud.go.id
3. LAPOR! 1708; http://lapor.go.id
4. Saber Pungli 193 dan 821 1213 1323; SMS: 1193; posel: lapor@saberpungli.id
5. Kanal Informasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota
6. Kanal Informasi OMBUDSMAN Daerah

Saat ditanya apakah sudah ada yang melaporkan Komite Sekolah melakukan pungutan pada murid, Daryanto menengarai ada beberapa laporan yang sudah diterima. Pihaknya akan menelusuri laporan itu. (kld | Sumber: detik.com)

1 Desember 2016

Zainudin Isi Kuliah Umum di Kampus ITERA

Zainudin Isi Kuliah Umum di Kampus ITERA

Foto : Aris

Kaliandanews.com, Kalianda - Zainudin Hasan menjadi Narasumber Pada Acara Kuliah Umum Bagi Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Angkatan 2016 di Kampus Itera Way Huwi Kec. Jati Agung.

ITERA merupakan kampus yang letak Geografisnya berada di Kabupaten Lampung Selatan dan satu satunya Kampus Negeri yang da di Lampung Selatan. Setidaknya sekitar 200 mahasiswa baru dari berbagai jurusan ikut dalam acara ini.

Menurut Rektor ITERA Prof., Ir. Ofyar Z. Tamin , M.Sc (Eng)., Ph.D. Kuliah umum yg di isi oleh Bupati Lampung Selatan, bertujuan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dan mengajak peran Pemerintah Daerah untuk ikut andil dalam dunia perkuliahan.

Sementara Zainudin mengapresiasi kegiatan yg melibatkan Pemerintah Daerah, karena dirasa perlu untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan lembaga pendidikan.

"Anak-anakku sekalian sukses dalam perkuliahan ada 3 Resep yaitu tekun dalam perkuliahan, rajin dalam ibadah, serta Hormat & sayang kepada orang tua," ucap Zainudin, Kamis (01/12).

"tetapi ingat kita harus menyiapkan diri untuk setelah lulus dari Itera, agar ilmu yang kita pelajari bisa teraplikasikan," imbuhnya. (yb/ars)

25 November 2016

Ini Alasan Mendikbud Hapus Ujian Nasional Mulai Tahun Depan

Ini Alasan Mendikbud Hapus Ujian Nasional Mulai Tahun Depan

Mendikbud Muhadjir Effendy hapus ujian nasional
Mendikbud Muhadjir Effendy | Foto: ist
Kaliandanews.com - Ujian Nasional setiap tahunnya menjadi momok tersendiri bagi siswa tingkat akhir, banyak yang stres bahkan siswa pintar pun tidak ada jaminan untuk lulus. Belakangn UN pun mendapat sorotan dan tidak sedikit yang meminta agar UN di hapus saja.

Rupanya Mendikbud Muhadjir Effendy menanggapi hal tersebut, Muhadjir akhirnya memoratorium pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Mendikbud tak ingin UN jadi momok yang membuat siswa stres.

"Biar nggak ada stres tahunan, seperti sekarang kan," ujar Muhadjir saat berbincang, Jumat (25/11/2016).

UN dimoratorium hingga level pendidikan di Indonesia merata. Muhadjir menegaskan keputusannya ini tak melanggar Undang-Undang.

"Amar perintah Undang-Undang tidak ada Ujian Nasional, yang ada itu evaluasinya nasional," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Baca juga: Akhirnya Mendikbud Muhadjir Effendy Hapus Ujian Nasional

Meski tak ada UN, Muhadjir mengingatkan agar siswa tetap giat belajar. Utamanya, dia berharap kualitas pendidikan karakter siswa meningkat.

"Saya minta untuk belajar lebih rajin, dan hendaknya meningkatkan kapasitasnya sebagai pelajar, terutama dalam hal karakter, kejujuran, tanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan," ujar Muhadjir.(sumber: detik)
Akhirnya Mendikbud Muhadjir Effendy Hapus Ujian Nasional

Akhirnya Mendikbud Muhadjir Effendy Hapus Ujian Nasional

Mendikbud Muhadjir Effendy
Mendikbud Muhadjir Effendy | Foto: ist
Kaliandanews.com - Setelah melalui berbagai kajian akhirnya Mendikbud Muhadjir Effendy memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional (UN). Keputusan ini tinggal menunggu Instruksi Presiden (Inpres).

"Dimoratorium, di tahun 2017 ditiadakan," kata Muhadjir saat dihubungi, Jumat (25/11/2016).

Ujian akhir bagi siswa sekolah didesentralisasi. Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajatnya diserahkan ke pemerintah provinsi. Untuk level SMP dan SD sederajatnya diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

"Pelaksanaannya tetap standard nasional. Badan Standardisasi Nasional akan mengawal, mengontrol, mengendalikan prosesnya. Jadi tidak ada lagi itu supply-supply soal ke daerah dikawal polisi," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Kelulusan siswa akan ditentukan oleh pihak sekolah. Hasil ujian akhir jadi salah satu pertimbangan, bukan jadi satu-satunya faktor penentu kelulusan. Presiden, kata Muhadjir, sudah setuju.

"Saya sudah dipanggil Pak Presiden, sebelum jumatan tadi saya dipanggil. Prinsipnya beliau sudah menyetujui, tinggal menunggu inpres," tutur Muhadjir.

Muhadjir mengatakan UN akan kembali digelar jika level pendidikan di Indonesia sudah merata. Sembari memoratorium UN, Kemendikbud akan mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan agar merata se-Indonesia.

"Ujian Nasional tetap akan saya lakukan sesuai dengan amanah Mahkamah Agung kalau semua pendidikan di Indonesia sudah bagus. Makanya nanti akan pemetaan saja. Nanti kita lihat apakah perbaikan di 2017 cukup signifikan," ujar Muhadjir.

Lalu bagaimana dengan tahun 2018, apakah akan ada UN?

"Hampir pasti belum ada. Itu kan tidak bisa setahun dua tahun (peningkatan kualitas sekolah secara merata)," ujar Muhadjir.

"Sekolah-sekolah kita yang di atas standar nasional sekarang hanya 30 persen, itu yang harus kita treatment," imbuhnya. (sumber: detik.com)

24 Oktober 2016

Mulai tahun 2017 guru wajib ada di sekolah selama 8 jam

Mulai tahun 2017 guru wajib ada di sekolah selama 8 jam

Kaliandanews.com - Tahun 2017 para guru wajib ada di sekolah selama 8 jam, hal itu disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Guru yang mengajar di kawasan pelosok dengan kondisi sekolah yang memperihatinkan
Guru yang mengajar di kawasan pelosok dengan kondisi sekolah yang memperihatinkan | Foto: ist
"Tahun depan, sudah langsung (diberlakukan). Yang kami wajibkan PNS yang dapat tunjangan profesi dan guru yayasan/swasta yang sudah dapat tunjangan profesi," kata Muhadjir di Gedung Bina Graha Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).

Aturan tersebut juga akan diberlakukan untuk guru-guru di pedalaman. Sementara itu guru tidak tetap (GTT) tidak diwajibkan.

Aturan ini juga bersentuhan dengan wacana 'full day school'. Tetapi program 'full day school' itu nantinya diberi nama berbeda.

"Itu namanya P3K program penguatan pendidikan karakter memang nanti lebih banyak di sekolah karena guru diwajibkan 8 jam, kalau masuk pukul 08.00 WIB kan pulang pukul 16.00 WIB," kata Muhadjir. (detik)
Zainudin: Malu jika mendapat jabatan tapi tidak bisa mendidik anak

Zainudin: Malu jika mendapat jabatan tapi tidak bisa mendidik anak

Kalianda, Kaliandanews.com - Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum membuka Acara Sosialisasi Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga di Satuan Pendidikan Kab. Lamsel di Aula Rajabasa Setdakab Lamsel,  Senin Pagi (24/10/16).
bupati lampung selatan
Bupati & Kepala Sekolah PAUD/TK, SD, SMP, & KAUPT Pendidikan se-Lampung Selatan | Foto: ist
Acara yg dilaksanakan selama tiga hari ini, diikuti oleh Kepala Sekolah PAUD/TK, SD, SMP, & KAUPT Pendidikan se-Lingkungan Kab. Lampung Selatan.

Dalam sambutannya Bupati Lampung Selatan, bahwa pendidikan bermula dari keluarga dan ibu merupakan sebagai guru besar anak anak dan jangan malu ibu ibu sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) yang bisa mendidik anak kita menjadi manusia berguna, dan malu jika memiliki jabatan tetapi tidak bisa mendidik anak.

"Pendidikan itu bermula dari keluarga, dan guru pertama yang dikenal oleh anak kita ialah orang tua terutama ibu karena sering dirumah, untuk ibu-ibu jangan malu disebut sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) karena peran Ibur Rumah Tangga lah bisa mendidikan anak kita menjadi manusia yg berguna, dan malu jika ibu ibu mendapat jabatan tetapi tidak bisa mendidik anak kita dirumah" Ujar Bupati Lamsel.

"Ajarkan sopan santun kepada anak kita dirumah, ajar kan rasa hormat kepada kita (orang tua) dan orang tua di sekolah (guru) dan mendoakan anak kita agar menjadi anak yg soleh dan soleha serta berguna" tambahnya.

Bupati pun berharap dengan acara yg dia Apresiasi ini bisa di aplikasikan untuk peserta sendiri, dan bisa mentransfer ilmu ini kepada orang tua siswa/murid "Saya mengapresiasi kegiatan ini, agar bisa diaplikasikan kepada para peserta yg hadir disini dan bisa di transfer kepada orang tua murid/wali yg anak nya kita didik disekolah" harapnya. (Ars)

23 Oktober 2016

Sugeng Hariyono dapat Perpustakaan keliling dari Universitas Terbuka Bandar Lampung

Sugeng Hariyono dapat Perpustakaan keliling dari Universitas Terbuka Bandar Lampung

Kaliandanews.com, Kalianda - Sang pendiri Motor Pustaka Sugeng Haryono, Kian banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan baik dari dalam daerah maupun dari luar daerah. Setelah mendapatkan berbagai penghargaan, kini giliran Universitas Terbuka Bandar Lampung memberikan bantuan, berupa Motor Roda Tiga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi dari Universitas Terbuka Bandar Lampung dan untuk menunjang kegiatan Perpustakaan keliling, demi meningkatkan minat baca masyarakat. Rabu (19/10) di Balai Krakatau, Kemiling, Bandar Lampung.
Perpustakaan keliling
Perpustakaan keliling | Foto: ist
Tidak beralasan kenapa Universitas Terbuka memberikan batuan Motor Roda Tiga untuk Armadapustaka Roda Andalas, hal ini bukan hanya untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat saja, namun juga sebagai bentuk apresiasi kepada Sugeng sebagai tokoh Pemuda yang sangat kreatif bahkan sangat langka di Negeri ini. Lebih menariknya lagi pemuda lulusan Ilmu Perpustakaan ini tidak memikirkan hasil maupun materi, akan tetapi dengan ilmu yang dimilikinya bisa berguna dan bermanfaat terhadap masyarakat.

Pemuda Lulusan D2 Ilmu Perpustakaan Universitas Terbuka UPBJJ Surabaya  ini, berkeseharian sebagai Tukang Tambal Ban yang di jl. Lintas Timur Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Disela-sela pekerjaannya inilah, sugeng merakit motor pustaka ini dan meluangkan waktu untuk berkeliling kampung ke kampung meminjamkan buku gratis pada masyarakat.
Sugeng Menerima Perpustakaan keliling dari Rektor universitas terbuka Ir. Tian Belawati  | Foto: ist
Sugeng Haryono menuturkan, dengan bantuan Motor Roda Tiga ini dia bisa membawa buku lebih banyak dan aman dari cuaca terutama waktu hujan. " Kalo pakai motor seperti ini, untuk keliling-keliling lebih aman, terutama kalo hujan mas, soalnya buku- buku yang dimiliki Motorpustaka adalah hasil donasi dari teman-teman media sosial, individu maupun komunitas, jadi ini adalah amanah yg harus di jaga" ujar Sugeng

Motor roda tiga ini di serahkan langsung oleh Rektor universitas terbuka ibu Ir. Tian Belawati dan di saksikan oleh Kepala UPBJJ Universitas Terbuka Bandar Lampung Bpk Dr. Drs. Rustam, M.Pd  serta ratusan wisudawan Universitas Terbuka tahun 2016. Tak hanya itu saja bentuk apresiasi dan dukungan yang diberikan pihak Universitas, namun pihak Universitas juga memberikan Beasiswa untuk melanjutkan S1 jurusan Perpustakaan di Universitas Terbuka Bandar Lampung.
Sugeng Hariyono bersama Rektor dan Kepala UPBJJ UT Bandar Lampung
Sugeng juga menambahkan, Kepedulian dari berbagai pihak sangat menentukan kegiatan menumbuh kembangkan minat baca masyarakat. "Sekarang ini yang sedikit terkendala adalah soal mahalnya pengiriman Donasi Buku, terutama pihak jasa Pos Indonesia maupun Swasta. Karena banyak teman-teman dari luar sana mau berdonasi, denganmahalny ongkos kirim tersebut, Kadang mereka urung untuk mengirimkannya". Pungkas Sugeng.

Yunizar Adha

30 September 2016

Antara Harapan dan Perjuangan Relawan Pustaka Untuk Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat.

Antara Harapan dan Perjuangan Relawan Pustaka Untuk Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat.

Ontel Pustaka | Sugeng Hariyono dan Enny Amaliah
Kaliandanews.com, Ketapang – Keluhan yang sering dialami relawan literasi atau pejuang pustaka adalah sulitnya mendapatkan buku bacaan yang nantinya akan dibawa untuk anak-anak yang berada di pedesaan. Gunawan Wirdana misalnya, salah satu relawan armada pustaka Roda Andalas yang kesehariannya mengayuh Ontel Pustaka miliknya di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.

Gunawan menggungkapkan keterbatasan buku bacaan menjadi kendala yang dihadapinya sekarang, sedangkan minat baca anak-anak sangat besar. Saat ini Gunawan hanya memiliki beberapa puluh buku saja itupun tergabung dalam Rumah Pustaka yang digagas oleh Sugeng Hariyono.

“buku-buku ini merupakan sumbangan dari donatur-donatur. Dan kami masih butuh banyak buku untuk kami bawa keliling mas,” ungkap Gunawan saat Seminar di Tanah Pustaka, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang Kamis (29/09).

“kami juga berharap pemerintah bisa menyediakan akses yang gampang untuk mempermudah masyarakan mendapatkan buku bacaan. Atau menyediakan perpustakaan di pelosok desa,” tambah Gunawan.

Di Tanah Pustaka Roda Andalas Lampung Selatan saat ini sudah memiliki beberapa armada pustaka antaranya Motor Pustaka, Cethul Pustaka, Ontel Pustaka, Vespa Pustaka serta Matic Pustaka. Dan buku bacaan yang sudah terkumpul dari sumbangan donatur mencapai 3200 buah dan masih ada sebagian yang dipinjamkan ke masyarakat.

Hal ini rupanya mendapat perhatian dari Ketua IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Lampung Enny Amaliah saat seminar di Rumah Pustaka. Ia mengaku kendala untuk pengembangan perpustakaan sekarang adalah belum ada perhatian dari pemerintah untuk penyediaan buku-buku bacaan dan akses yang mudah untuk mendapatkan buku.

Selama beberapa tahun mengunjungi daerah-daerah yang ada di Lampung, Enny melihat bukan minat baca masyarakat yang rendah, tapi belum meratanya ketersediaan buku bacaan yang ada di pelosok desa. Serta faktor ekonomi masyarakat yang lebih mementingkan membeli beras daripada membeli buku. 

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 25 Tahun 2008, Enny berharap setiap sekolah harus memiliki perpustakaan dan seorang kepala perpustakaan sekolah.

“setiap sekolah harus ada kepala perpustakaan. Seorang pustakawan juga berhak diangkat untuk posisi itu jika sudah mampu. Tetapi bagi yang belum mampu harus mengikuti pelatihan dulu,” ujarnya.

Enny menambahkan, perpustakaan merupakan salah satu urusan yang wajib antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, dan berharap tiap daerah ikut serta mengembangkan perpustakaan.

"semoga dengan banyaknya perpustakaan keliling ini, bisa menjadikan semangat relawan lainnya untuk mendirikan perpustakaan keliling di daerah pelosok lainnya yang ada di Lampung. (yb)





29 September 2016

Tanah Pustaka Gelar Diskusi Peningkatan Kwalitas Pustaka Bergerak

Tanah Pustaka Gelar Diskusi Peningkatan Kwalitas Pustaka Bergerak

Peningkatan Kwalitas Pustaka Bergerak di Tanah Pustaka Desa Pematang Pasir
Diskusi Peningkatan Kwalitas Pustaka Bergerak di Tanah Pustaka Desa Pematang Pasir | Foto: Yb/KN
Kaliandanews.com, Ketapang - Seminar Literasi Dalam Rangka Peningkatan Kwalitas Pustaka Bergerak di Tanah Pustaka Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Kamis (29/09), sekaligus dalam rangka peluncurkan Ontel Pustaka.

Sugeng Hariyono selaku pencetus motor pustaka mengatakan "Bagaimana kita menghadapi tantangan yg kita temui di lapangan. Agar bisa menambah wawasan kita dan semoga budaya literasi di Lampung Selatan ini dapat berkembang lebih pesat," katanya.

Sugeng menceritakan tahun 2013 saat awal dia di lampung mendirikan motor pustaka, karena saat dia merasa bosan dia ingin membaca buku. Bertanya pada orang sekitar dimana perpustakaan dan jawabannya mereka apa itu perpustakaan. Akhirnya tercetus ide membuat motor pustaka membeli motor seharga 400 ribu, membeli buku di loakan,

Banyak juga yang menghina karena untuk makan saja belum cukup, tapi ini dijadikan motivasi oleh Sugeng untuk lebih semangat menjalankan Motor Pustaka.

Pada tahun 2016, Sugeng mendapatkan penghargaan Anugrah Jasadama Pustaloka 2016 kategori Tokoh Masyarakat yang Peduli Perpustakaan dan Minat Baca Masyarakat.

"sekarang masyarakat setiap harinya menanti kedatangan motor pustaka, dan alhamdullilah masyarakat mendukung," terang Sugeng.

Sri Suharmini atau Minuk ketua prodi Fisip Universitas terbuka jakarta jurusan perpustakaan menjelaskan program ini sebagai pengabdian membantu masyarakat.

"Menjalankan program pengabdian masyarakat dengan membantu masyarakat yang memang dibutuhkan atau perlu dibantu, salah satunya perpustakaan," ucap Minuk

Eni selaku Ketua IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Lampung menjelaskan saat ini bukan minat baca masyarakat yang rendah, tetapi pemerintah belum memfasilitasinya dengan baik. Saat ini di Lampung sendiri menurut data sebanyak 50 persen sekolah di Lampung belum ada perpustakaan.

"Peraturan kementerian saat ini diharuskan setiap sekolah harus ada perpustakaan. Ini meruapkan peluang sarjana perpustakaan, karena selama ini perpustakaan di kelola oleh guru atau orang yang bukan dari jurusan perpustakaan," pungkas Eni.

Disela-sela acara Sri Suharmini menyerahkan bantuan berupa buku-buku bacaan dan perlengkapan perpustakaan (yb)

16 September 2016

Kadis Pariwisata Lecehkan Seorang Siswi di Ruang Kerjanya

Kadis Pariwisata Lecehkan Seorang Siswi di Ruang Kerjanya

Ilustrasi
Kaliandanews.com - Kadisparbud Manado berinisial HW, diduga melecahkan seorang siswi berinisial T (16). Pelecehan ini diduga dilakukan didalam ruangan kerja Kadisparbud

"Anak saya sudah trauma, mau keluar saja dia enggak mau. Ketakutan dia. Saya di dalam (ruangan SPKT Polda) itu mau nangis cuma ditahan, nanti dia (korban) bilang mama koq enggak kuat. Dia juga masih sekolah, dia kan kelas ujian," tutur orangtua korban, RA kepada wartawan di Mapolda Sulut, Jumat (16/9), dilansir dari merdeka.com.

Sementara itu, Kadis HW terkesan enggan memberikan keterangan. Dia mengatakan masih bersama tamu.

"Nanti telepon lagi ya, soalnya saya masih dengan tamu. Tapi nanti selesai antar tamu, saya ada ibadah," ujar dia, Jumat (16/9) sore, saat kembali ditanyakan kapan bisa dihubungi lagi.

Berdasarkan informasi, pelecehan seksual terhadap T dilakukan di dalam ruangan kerja Kadisparbud, Rabu (7/9) pekan lalu. Sontak saja tindakan amoral tersebut menjadi topik utama media lokal. Korban merupakan siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kantor Disparbud Manado yang terletak di kawasan Megamas.

Ketua Komisi Perlindungan Anak (PA) Sulut, Jull Takaliuang, meradang dengan adanya penyangkalan sang Kadis di beberapa media. Menurutnya, korban tidak mungkin memberikan pernyataan tak benar.

"Pembelaan diri dan penyangkalan dari terduga pelaku ini sangat disayangkan. Sedangkan kejadiannya, faktanya memang kenyataan perbuatan itu terjadi. Tidak mungkin seorang anak mau mengarang-ngarang bahwa dia didudukkan di pangkuan seorang pejabat, kemudian tangannya diremas-remas, di paha, dan lain-lain. Itu kan mustahil," ujar Takaliuang saat menemani korban dan keluarga melaporkan kejadian tersebut di Mapolda Sulut, Kamis (15/9) sore.(yb/tyo/red)

Sumber : merdeka.com

15 September 2016

Bocah Difabel Asal Penengahan Ternyata Juara Lomba Baca Alquran se Lamsel

Bocah Difabel Asal Penengahan Ternyata Juara Lomba Baca Alquran se Lamsel

Febby Rizqia
Kaliandanews.com, Penengahan - KMPLS (Komunitas Masyarakat Peduli Lampung Selatan) kembali memberikan bantuan kepada Febby Rizqia dikediamannya Desa Kuripan, Dusun Banyurip, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Gadis cilik yang berusia 7 tahun ini, sejak lahir menderita gizi buruk dan cacat di ke dua kakinya, yang membuatnya sulit untuk melakukan aktifitas seperti anak normal lainnya.

Tapi keterbatasan yang dimiliki Febby ini tidak membuatnya menjadi anak yang minder atau pasif terhadap lingkungannya.

Bungsu 6 bersaudara dari pasangan bapak Suhardi dan ibu Arjuna Herawati ini dikenal sebagai anak yang super aktif dan senang bergaul dilingkungan dan sekolahnya di MI Miftahul Huda Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Bahkan saat masih TK, Febby mendapatkan juara lomba membaca surat pendek Al-Quran se-Lampung Selatan.

"walau hanya sekedarnya, tapi semoga bantuan ini bermanfaat buat kita semua," ucap Hendra Krikil Rimba selaku ketua KMPLS.


"kita juga berharap semoga donatur dan para dermawan bisa terketuk untuk membantu kegiatan sosial lainnya," tambah Hendra.

KMPLS juga membuka rekening bagi donatur yang ingin memberikan donasinya di rekening: 5810-01-017062-53-8 BRI Cabang Unit Kalianda atas nama KMPLS (Komunitas Masyarakat Peduli Lampung Selatan).

8 September 2016

ini Bocah 12 Tahun asal Indonesia yang jadi Mahasiswa Termuda Di Universitas Waterloo, Kanada

ini Bocah 12 Tahun asal Indonesia yang jadi Mahasiswa Termuda Di Universitas Waterloo, Kanada


ini Bocah 12 Tahun asal Indonesia yang jadi Mahasiswa Termuda Di Universitas Waterloo, Kanada
Cendikiawan Diki Suryaatmadja.
KaliandaNews.com - Lamanya studi sampai jenjang kuliah tampak tidak berlaku bagi bocah ini. dia dilimpahkan anugerah kecerdasan luar biasa. Sanggup menjadi ahli fisika bidang pelajaran terbilang sangat sulit.

Cendikiawan (Diki) Suryaatmadja, bocah laki-laki 12 tahun asal Indonesia, besok akan mulai kuliah di Universitas Waterloo, Kanada.

Menurut pihak kampus, Diki mengambil jurusan fisika dan akan mengikuti kelas tambahan matematika, kimia, serta ekonomi di kampus bergengsi Kanada itu. Situs Inquirer melaporkan, Rabu (7/9), karena dikenal jenius,

 Diki selama sekolah di Tanah Air mengikuti kelas percepatan dan dia belajar bahasa Inggris dari menonton film. Diki tercatat menjadi mahasiswa termuda dalam sejarah yang mendaftar di Universitas Waterloo.

Pejabat kampus mengatakan kepada media Kanada, usia tidak menjadi faktor menentukan bagi kampus untuk menerima Diki. Diki dikatakan menjadi siswa dengan catatan akademis terbaik yang diterima di Waterloo tahun ini.

 "Dia punya nilai yang fenomenal," kata Andre Jardin, pejabat kampus bagian pendaftaran kepada stasiun televisi CTV. "Dia sangat siap secara akademis. Yang membuat kita kagum adalah dia bocah berusia 12 tahun." Diki mengatakan kepada stasiun televisi CBC, dia sangat senang akan bertemu dengan siswa baru dan berteman dengan mereka.

Dia mengaku ingin menerapkan ilmu yang dia miliki untuk pengembangan energi terbarukan. Selama di Kanada Diki tinggal bersama ayahnya di sebuah apartemen dekat kampus dan dia mengatakan sudah tidak sabar ingin belajar main ski es. (Ryd)
 sumber: Merdeka.com

20 Agustus 2016

Wow! 6 Mahasiswa Unila di Tangkap Sedang Kemas Ganja dikampus

Wow! 6 Mahasiswa Unila di Tangkap Sedang Kemas Ganja dikampus

Wow! 6 Mahasiswa Unila di Tangkap Sedang Kemas Narkoba Jenis Ganja dikampus.
Foto: Teknokra Universitas Lampung
Kaliandanews.com, Bandar Lampung - Kabar menggegerkan datang dari Kampus Hijau Universitas Lampung. Bagaimana tidak, 6 mahasiswanya tertangkap tangan oleh Ditres Nakroba Polda Lampung saat sedang mengemas dan memakai Narkoba jenis Ganja. 6 mahasiswa dan satu warga umum tersebut di ringkus di Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung, Jumat (19/8).

Menurut informasi yang dikutip dari Teknokra Universitas Lampung, Ditempat kejadian perkara, tepat didepan Toilet Lantai 2. Ditres Narkoba Polisi Daerah Lampung berhasil mengamankan barang bukti berupa paket ganja seberat kurang lebih 1 kg, beserta barang bukti lainnya seperti Timbangan, Gergaji, Golok, Pisau dan Alat Hisap. Rencananya barang haram ini akan dikemas dan diedarkan.

Safei selaku Kepala Satuan Pengamanan Universitas Lampung menuturkan, Tujuh dari orang yang ditangkap, Enam diantaranya mengaku mahasiswa Universitas Lampung sementara seorang lagi mengaku warga Kampung Sawah. Hal tersebut juga disampaikan Tanzil Putri Pratami (Adiministrasi Negara ‘15) yang melihat tas yang diduga berisi ganja dilemparkan dari atas oleh salah seorang dari pemakai ganja. “Ada tas kecil yang dilempar ke bawah,” katanya.

Berdasarkan pengamatan di TKP, barang bukti semula berusaha disembunyikan oleh salah seorang tersangka yang bersembunyi di kamar mandi lantai 2 Graha Kemahasiswaan. Setelah di paksa keluar oleh salah seorang dari tim Ditres Narkoba Polda Lampung, ditemukan seorang dari ketujuh orang tersebut tengah menghilangkan barang bukti berupa ganja yang dimasukkan ke dalam lubang WC. Ketika dimintai keterangan oleh tim Ditres Narkoba Polda Lampung, salah seorang dari pemakai mengaku mendapatkan ganja dari seorang penjual di Way Huwi.

Ketujuh orang tersebut masing-masing adalah Alvin Qomarudin (22), mahasiwa Komunikasi FISIP Unila, M Oqbal Yunanda (22), mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unila, Panji Bangkit (22) mahasiswa Sosiologi FISIP Unila, Ali Sujatmiko mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, Ricard Hero (23) mahasiswa Sosiologi FISIP Unila, dan Rahman Ramadho mahasiswa Sosiologi FISIP Unila. Serta Satu tersangka tersangka lainnya adalah M Razin (22), tukang parkir. Ke 7 pemuda ini kemudian dibawa ke Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (editor: **)

18 Juli 2016

Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Kebangsaan

Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Kebangsaan

SMA Kebangsaan Lampung Selatan
Kaiandanews.com, Lampung Selatan – Mengawali tahun ajaran baru 2016/2017, SMA Kebangsaan Lampung Selatan mengadakan Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi siswa baru yang kini sudah dinamakan dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), Senin (18/07).

Kegiatan PLS yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik dalam lingkungan belajar yang baru agar memiliki kesiapan belajar yang baik. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan PLS dan Pelantikan Siswa Baru secara simbolis yang dilakukan dengan Penyematan Topi sekolah dan pembacaan Panca prasetya SMA Kebangsaan setelah Upacara bendera di Lapangan SMA Kebangsaan.


Drs. Edy Purwito selaku kepala Sekolah SMA Kebangsaan Lampung Selatan mengatakan "Siswa harus benar-benar menggunakan kesempatan berharga ini untuk melaksanakan segala kegiatan di sekolah ini dengan baik dan berprestasi, dikarenakan mereka adalah termasuk siswa-siswa terpilih dari hasil seleksi yang superketat dari seluruh kabupaten yang ada di provinsi Lampung, sehingga kelak sekolah ini benar-benar menjadi sekolah unggulan di provinsi Lampung," kata Edy.

Sekolah yang dijuluki "Kandang Juara" oleh Gubernur Lampung ini bahkan sudah mengawali PLS dengan mengadakan PRA PLS sejak hari kamis 14 Juli 2016 lalu. “Kita mengadakan PLS benar-benar mengacu pada Permendikbud yang ada, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik, sistematis dan terprogram ," ucap Oky Sanjaya, S.Pd. selaku Ketua Koordinator Acara sekaligus Pembina OSIS SMA kebangsaan Lampung Selatan. (Ags)

2 Juni 2016

TK Masjid Agung Kalianda Lepas Anak Didik

TK Masjid Agung Kalianda Lepas Anak Didik

TK Masjid Agung Dewan Guru TK Masjid Agung Kalianda

Kaliandanews.com, kalianda - Akhir tahun ajaran 2015-2016, TK Masjid Agung Kalianda mengadakan acara Pelepasan Anak Didik di Aula Sebesi gedung PKK Lampung Selatan, Kamis (02/06).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Masjid Agung Kalianda , KUPT Pendidikan kecamatan Kalianda yang diwakilkan Kasubag TU, Pengawas TK kecamatan Kalianda, Ketua PKG kecamatan Kalianda, Seluruh Kepala TK se-Kecamatan Kalianda dan orang tua murid.

Erna Yulis. S.Pd
Kepala TK Masjid Agung Kalianda, Erna Yulis. S.Pd sangat berterimakasih kepada Orang Tua murid yang hadir dalam acara tersebut.

"Saya sangat berterima kasih kepada seluruh orang tua murid, atas kerjasamanya dalam mendukung program TK. Dan semoga TK Masjid Agung Kalianda bisa menjadi lebih baik dan dicintai masyarakat," ucap Erna Yulis.

"Semoga menjadi anak yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia," lanjut Erna

Dalam sambutannya ketua Yayasan H. Sufli Sanadi. S.Ag. berpesan "TK Masjid Agung harus jadi lebih baik, dan meningkatkan kerjasama dengan orang tua murid,".

Sementara KUPT Pendidikan kecamatan Kalianda yang diwakilkan oleh Kasubag TU mengatakan "kami berterima kasih kepada tenaga pendidik yang telah membentuk karakter dan mentalitas serta moral dalam jiwa anak-anak,".

tk masjid agung
Antraksi Anak-anak didik | Foto: KaliandaNews.com

Acara ini juga dimeriahkan dengan beberapa tarian dari anak-anak TK Masjid Agung Kalianda diantaranya tari Kipas. Mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat. (Kld)

30 Mei 2016

Ini Dia Profil Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Hukum UBL Terpilih

Ini Dia Profil Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Hukum UBL Terpilih


KaliandaNews.com - Masa kecil seorang Presiden Muda Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung yang akrab disapa Harfi ini Lahir pada tanggal 04 Maret 1995 di Way Kanan.

Aktivis Mahasiswa ini yang Lahir Ditanah Ramik Ragom Way Kanan Lampung ini anak kedua dari pasangan Bapak Drs. Boy Hamizar dan Ibu Ernani Tarmizi, SH.

Memang tidak bisa bisa diragukan lagi. Sosok yang cekatan ini tidak dapat hanya berdiam diri dengan kegiatan akademik ditempat ia mengenyam pendidikan. Sejak Menginjak Bangku Sekolah Dasar sampai Duduk dibangku Perguruan Tinggi, Harfi Aktiv Berorganisasi.

Masa Kecilnya, Harfi habiskan di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Bandar Lampung, bakat dan prestasinya mulai terlihat ketika harfi duduk dibangku kelas 5 SD sehingga lulus dengan hasil yang cukup memuaskan membuat Harfi  masuk di SMP N 8 Bandar Lampung.

Dimasa SMP-nya, Harfi dikenal teman-temannya sebagai sosok yang ramah dan santun. Ramah dalam bertutur,  Santun dalam bergaul. Selain didorong orang tua untuk fokus belajar, Harfi juga aktiv diberbagai kegiatan ekstrakurikuler. Tiga tahun berproses di SMPN 8 Bandar Lampung kemudian Harfi memilih Masuk Ke SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.

Jika Kebiasaan sudah melekat memang sulit untuk dihilangkan, Begitulah Sosok yang menjabat sebagai Kabid PTKP HMI Cabang Bandar Lampung Komisariat Hukum UBL ini aktiv dimasa SMA-nya.

Menuntut Ilmu Bukan Persoalan Dimana Tempat Tapi Ditempat Mana Menuntut Ilmu yang mampu membuat kenyamanan diri sehingga dapat berkembang dengan pesat. Itulah yang menjadi motivasi Harfi untuk memantapkan niatnya memilih Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung.

Dengan Predikat yang cukup memuaskan, Harfi dinyatakan diterima di Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung. Kampus yang dikenal dengan sebutan UBL ini adalah satu Kampus Swasta berprestasi yang menyimpan sejuta Saksi peristiwa tragedi 98 diantaranya Saksi Tragedi UBL Berdarah.

Saat menginjakkan kaki di Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung, Harfi aktif diberbagai kegiatan Kemahasiswaan, sehingga sampai menginjak dibangku semester Lima harfi diangkat sebagai Menteri Sosial dan Kebudayaan dan di Amanah menjadi PLT Presiden BEM Hukum UBL 2015-2016. Ditengah Kesibukannta, Bicara Akademik Harfi yang dikenal ramah ini tetap mempertahankan nilai akademiknya dengan IPK 3,1 saat ini.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Harfi memutuskan untuk Maju ke Bursa Pemilihan  Presiden BEM Fakultas Hukum UBL. Disinilah perjuangan itu dilanjutkan Menuju BEM Fakultas Hukum Bersinergi Untuk Berdedikasi mendapatkan Nomor Urut 2 Berpasangan dengan Hendrik Hukum 13.

Pemira Yang berlangsung Alot, Akhirnya Harfi Menang dengan Perolehan Suara Sebanyak 206 Suara atau 56%.

Kiprah Sosial Kemasyarakatan, Harfi Ariansyah Hattang pernah memperjuangkan hak masyarakat, diantaranya Mengenai Kasus Sengketa Tanah yang terjadi antara masyarakat dengan PT. Tanjung Selaki Lampung Selatan sampai saat ini masih terus berjalan dan masih banyak juga Kegiatan Sosial lainnya ditengah masyarakat.

Bicara Kepemimpinan, Harfi adalah sosok yang mampu merangkul serta menjalin silaturahmi kepada semua pihak. Baginya Sosok Pemimpin harus mampu mengayomi,melayani dan juga memiliki sifat senyum,salam sekaligus sapa.

Kini Harfi Menjabat Sebagai Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung Untuk Masa Bhakti 2016-2017 Mengusung Motto "Sinergi dan Dedikasi" dengan meningkatkan Keeksistensian BEM Hukum Univ. Bandar Lampung dengan tujuan mempertajam Gerakan Akademis dan Gerakan Sosial Kemasyarakatan. BEM Hukum diperhitungkan Dan Memiliki Aksi Nyata Untuk Kampus, Lampung dan Indonesia. (kld | Rosim Nyerupa)

29 Mei 2016

Harfi - Hendrik Terpilih Sebagai Presiden dan Wakil Presiden MahasiswaHukum UBL 2016-2017

Harfi - Hendrik Terpilih Sebagai Presiden dan Wakil Presiden MahasiswaHukum UBL 2016-2017


KaliandaNews.com, Bandar Lampung - Pemilihan Presiden - Wakil Presiden BEM Hukum Universitas  Bandar Lampung Putaran Kedua Berlangsung Sabtu (28/5) kemarin.

Penghitungan Putaran kedua untuk kelas polda, Nomor urut 2 pasangan harfi hendrik kembali unggul mendapatkan suara sebanyak 46 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1 mendapatkan suara sebanyak 45 suara dan pasangan nomor urut 3 mendapatkan suara sebanyak 14 suara.

Putaran Pertama untuk kelas regular dan KMH dengan rekapitulasi suara banyak 331 suara digelar rabu (25/5) kemarin.

Putaran Pertama yang berlangsung di Gedung Fakultas Hukum UBL kemarin, Pasangan Nomor Urut 2 Harfi-Hendrik juga Unggul dengan Total suara sebanyak 162 Suara, Sedangkan Paslon Nomor 1 Robinsan –wempi  Mendapatkan 119 suara dan  Paslon nomor urut 3 Romadona-andri perolehan  45 Suara sedangkan suara tidak sah sebanyak 5 suara.

Hasil akhir dari dua putaran kandidat Nomor 1 Robinson - Wempi mendapatkan total suara sebanyak 164 suara, Nomor urut 2 Harfi - Hendrik Mendapatkan Total Suara Sebanyak 208 Suara sedangkan kandidat nomor urut 3 Romadona - Andri mendapatkan total suara sebanyak 60 Suara

Dengan ini kandidat Nomor urut 2 Harfi - Hendrik Ditetapkan Sebagai Presiden Dan Wakil Presiden Mahasiswa Hukum Univ. Bandar Lampung periode 2016/2017.

Pemira yang berlangsung Dua Putaran ini begitu tegang saat penghitungan dimulai dan dijaga ketat oleh saksi dari masing-masing kandidat juga PANWASLU.

Harfi, Presiden mahasiswa terpilih Menyampaikan Ucapan kepada seluruh mahasiswa Hukum UBL yang telah berkontribusi terhadap Pemira yang dilaksanakan satu tahun sekali ini" Pungkasnya.

Rully, Ketua Panwaslu menyampaikan permira tahun ini berlangsung damai dan meriah.

"Alhamdulillah pemira damai dan antusias mahasiswa begitu ramai" katanya. (kld |Rilis:  Rosim Nyerupa)

18 Mei 2016

Keren, Atas Inisiatif Bupati, Perpustakaan Daerah Akan di Pindah keLantai Dasar Masjid Agung Kalianda, ini Penampakannya

Keren, Atas Inisiatif Bupati, Perpustakaan Daerah Akan di Pindah keLantai Dasar Masjid Agung Kalianda, ini Penampakannya

perpustakaan daerah lampung selatanKaliandaNews.com, Kalianda - Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan kembali membuat gebrakan di dunia literasi, dengan merencanakan pemindahan perpustakaan daerah yang selama ini berada di komplek pemda ke lantai dasar Masjid Agung Kubah Intan Kalianda.

Menurut  Sugeng Hariyono, yang merupakan pengurus Perpuseru untuk wilayah Lamsel dan Lamtim, pemindahan itu murni dari inisiatif dari Bupati Lampung Selatan, lantaran selama ini Perpustakaan Daerah dinilai masih belum optimal berjalan, karena letaknya sangat tidak strategis dan minim fasilitas. Bahkan untuk mendukung Perpuseru berjalan di Lamsel, 2017 mendatang bupati menargetkan di setiap desa akan dibentuk perpustakaan yang benar-benar aktif sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Bapak Bupati sepertinya sangat antusias dalam pemindahan ini, apalagi beliau belum lama ini mendapat penghargaan dari Perpuseru di Bali sebagai salah satu kabupaten yang mendukung perpuseru, mungkin ini salah satu langkah beliau untuk menumbuhkan minat baca masyarakat di Lampung Selatan”  Ujar Sugeng saat di konfirmasi via telepon, Selasa (17/5/16) malam.

[Baca Juga: Support Program Perpuseru, Bupati Lampung Selatan dapat Penghargaan dari Coca-Cola dan Bill & Melinda Gates Foundation]

Untuk Launching sendiri, menurut  Sugeng, Perpustakaan Daerah yang berlokasi di lantai dasar Masjid Agung Kubah Intan, jika tidak ada halangan, rencananya akan dilakukan pada tanggal 3 Juni mendatang, dan momentumnya sangat pas dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Insya Allah akan di launching tanggal 3 juni mendatang, sekarang lagi proses penataan, bahkan teman-teman di perpustakaan daerah sudah ada yang mulai packing buku-buku yang akan di pindahkan” jelas Sugeng yang merupakan pemilik Motor Pustaka asal Desa Pematang Pasir, Ketapang.

Perpustakaan yang baru nantinya akan dilengkapi komputer terkoneksi internet sebanyak 29 Unit, komputer-komputer tersebut merupakan bantuan dari CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Lampung Selatan dan bantuan dari Perpuseru.

Dalam pengelolaannya akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan akan di isi dengan kegiatan-kegiatan yang produktif setiap harinya,  seperti kursur komputer gratis bagi pemuda-pemudi, bagi kaum perempuan akan diadakan kursus keterampilan menyulam dan kursus-kursus lainnya. Tidak hanya itu bagi Usaha Kecil Menengah di dalam perpustakaan nanti akan di ajarkan cara packing (kemasan) dan pemasaran produk-produk UKM, sehingga produk-produk dari UKM tersebut akan mempunyai kemasan yang menarik dan pemasaran yang lebih luas.

“Nanti kegiatan perpustakaan akan terpusat di Masjid Agung, sedangkan untuk kantor perpustakaan sendiri tidak di pindah, mudah-mudahan perpustakaan akan lebih  hidup jika di pindah apalagi dengan konsep dan format yang baru” pungkas Sugeng.

Dengan pemindahaan lokasi perpustakaan yang kini di komandani oleh Dr. Yarnita ketempat yang baru, tentunya sangat diharapkan Perpustakaan Daerah Lampung Selatan akan lebih hidup, tidak hanya warga Kalianda tapi akan di kunjungi oleh masyarakat luar kota yang sedang beristirahat di Masjid Agung.

Berikut sketsa desain perpustakaan di lantai dasar Masjid Agung Kubah Intan Kalianda.

perpustakaan daerah lampung selatan



perpustakaan daerah lampung selatan

Bagaimana? keren bukan?

(kld)

26 April 2016

Anak PAUD dan TK Padati Jalan Protokol Kalianda

Anak PAUD dan TK Padati Jalan Protokol Kalianda

polisi cilikKaliandaNews.com, Kalianda - Dalam rangka Hari Kartini dan menyambut Hari Pendidikan Nasional, Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD Terpadu Kecamatan Kalianda mengadakan acara Karnaval Anak Usia Dini yang dimulai di lapangan Korpri komplek Pemda Lampung Selatan dan berakhir di lapangan Cipta Karya Kalianda, selasa (26/04). Hadir dalam acara ini Bunda PAUD Lampung Selatan Jasmine Shahnaz Zainudin, Pj. Sekda, Camat Kalianda, Ibu Kapolres Lampung Selatan.

Sebelum melakukan pemotongan pita Bunda PAUD Lampung Selatan Jsmine Shahnaz Zainudin “Paud, TK, Kober dan TPA adalah tingkat pendidikan paling dasar yang merupakan masa paling keemasan dan kritis karna tidak akan terulang lagi pada masa nanti. Dalam membangun kecerdasan dan karakter anak bukan hanya peran tenaga pendidik tetapi peran orang tua sangat penting,” ucapnya.

Acara yang menjadi program tahunan ini bertujuan untuk mengenang dan meneladani sosok Pahlawan Wanita Indonesia R. A Kartini serta melatih kemandirian anak, rasa percaya diri, rasa kebersamaan dan menanamkan rasa bangga anak-anak terhadap Ibu dan Bapak guru untuk pengembangan anak usia dini.

Antusias peserta karnaval ini sangat besar, terlihat dari jumlah yang hadir sekitar 243 guru dan tenaga pendidik, 1650 anak PAUD dan TK se Kecamatan Kalianda yang terdiri dari 13 TK dan 43 PAUD. Acara ini juga dimeriahkan oleh Drumband PKG PAUD Terpadu kecamatan Kalianda.

Menurut Erna Yulis. SPd selaku Ketua Pelaksana PKG “Kita berharap acara selanjutnya bisa lebih baik, dan berpesan kepada Bapak Bupati dan Bunda Paud, agar Pusat Kerja Gugus (PKG) Kalianda diberikan Bantuan berupa alat Drumband, karna saat ini PKG Kalianda masih memakai Drumband hasil kreatifitas PKG PAUD terpadu yang terbuat dari bahan bekas,” (bob)
Peringati Hari Kartini, PAUD dan TK Konvoi Keliling Kota Kalianda

Peringati Hari Kartini, PAUD dan TK Konvoi Keliling Kota Kalianda

paud kalianda

KaliandaNews.Com, Kalianda -Ribuan murid TK dan Paud sekecamatan Kalianda, mengikuti kegiatan konvoi untuk memeriahkan peringatan hari Kartini. Acara konvoi yang berlangsung ini, dimeriahkan juga dengan atraksi drumband dari para murid TK dan PAUD, Selasa (26/04).

Kegiatan karnaval ini diikuti para murid PAUD dan TK sekecamatan Kalianda dengan berbagai kostum, mulai dari kostum Polri, Militer, Pilot dan beragam pakaian adat daerah setempat.

Para peserta konvoi dengan berjalan kaki melintasi kawasan Kota Kalianda mulai dari Lapangan Korpri Komplek Kalianda dan berakhir di Lapangan Cipta Karya Kalianda. Aneka atribut beragam warna tampak menghiasi kemeriahan Peringatan hari kartini ini. Meskipun sempat di guyur hujan gerimis, namun mereka tetap bersemangat berjalan kaki hingga titik akhir konvoi pawai.

Sementara itu, ketua pelaksana Pusat Kerja Gugus (PKG) Erna Yulis, S.pd menjelaskan, acara Karnaval berlangsung menyebutkan, ada 56 Lembaga, terdiri dari 13 TK, serta 43 PAUD dan Kelompok Bermain (Kober) dari seluruh Kecamatan Kalianda, yang mengikuti acra konvoi karnaval ini.

“Kita berharap dengan pelaksanaan ini, kedepannya pak Bupati dan Bunda Paud, agar Pusat Kerja Gugus (PKG) Kalianda diberikan Bantuan berupa Drumband, karna saat ini Pusat Kerja Gugus (PKG) Kalianda masih memakai Drumband hasil kreatifitas guru yang terbuat dari bahan bekas". Tutur Ketua Pelaksana Karnaval ini.
(nz)